You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BBPOM   PMJ Ungkap Peredaran Sediaan Farmasi Ilegal Bernilai Miliaran
photo Istimewa - Beritajakarta.id

BBPOM Ungkap Peredaran Sediaan Farmasi Ilegal di Jakarta Timur

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, bekerjasama dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya (PMJ), Rabu (15/7) kemarin, berhasil mengungkap praktik peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar (TIE) di Jakarta Timur.

Senilai Rp 3 miliar lebih,

Kepala BBPOM di Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra mengatakan, pengungkapan peredaran sediaan farmasi TIE sebagai wujud komitmen nyata pihaknya melindungi masyarakat dari peredaran produk ilegal yang berisiko tinggi terhadap kesehatan. 

"Kami mengamankan lebih dari 70 jenis sediaan farmasi ilegal senilai Rp 3 miliar lebih," ujar Jeffeta, melalui keterangan tertulis, Kamis (16/7).

67.605 Obat Ilegal Hasil Penindakan di Jaktim Dimusnahkan

Ia mengungkapkan, produk sediaan farmasi yang berhasil disita didominasi obat kuat dan perangsang yang diduga palsu.

Obat jenis ini mengandung Tadalafil serta suplemen kesehatan dan produk sejenis lainnya yang tidak memiliki izin edar BРОМ.

"Produk obat tanpa izin edar ini tidak memiliki jaminan keamanan, khasiat, dan mutu sehingga sangat membahayakan kesehatan, bahkan berakibat fatal bagi pengguna," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1853 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye826 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye741 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye707 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Regulasi Turunan UU DKJ Diharapkan Rampung Sebelum Keppres IKN

    access_time28-08-2026 remove_red_eye683 personFakhrizal Fakhri